Sandal oh sandal…
Sandal adalah alas kaki sederhana yang multifungsi. Awalnya hanya berfungsi sebagai alas kaki agar terhindar dari kotoran, benda tajam yang bisa melukai dan suhu tempat berpijak. Tapi kini fungsinya berubah menjadi bagian dari fashion, trend dan gaya hidup. Tidak lagi sepotong karet sederhana yang diberi penjepit untuk jari, tetapi telah terbuat dari aneka bahan lain seperti kulit, kain atau plastik aneka warna, dibentuk sesuai trend mode dan dipakai ke berbagai kesempatan. Tidak lagi murah dan dengan seenaknya diletakkan di teras, tetapi telah menjadi barang mahal yang dibungkus kertas dan dikemas rapi dalam kotak dengan harga mencapai jutaan. Sandal menjadi bagian semua lapisan masyarakat, dari mulai pemulung sampai presiden.
Sekarang bentuk sandal yang sederhana telah berevolusi dan beradaptasi dengan perkembangan trend. Kaum wanita tidak lagi segan memakai sandal bertumit tinggi dengan hiasan manik, pita atau bermodel tali-temali ke suasana formal, baik ke kantor atau ke pesta. Sandal menjadi barang mahal yang bila dibuat oleh perancang terkenal harganya tak terjangkau dan menjadi benda yg collectible.
Sandal jepit karet, dengan bentuk paling sederhana, adalah benda favorit di kolong meja kerjaku. Selain berfungsi menyantaikan kaki yang lelah setelah seharian hilir mudik dengan high heels, juga menemani untuk mengambil air wudu’ di toilet. Tentu saja tidak nyaman jika harus mengenakan high heels pada waktu posisi kaki berada di kolong meja kerja, apalagi bila tanpa sengaja tumitnya tersangkut bagian bawah kursi dan lecet, yang sudah pasti akan menghilangkan estetikanya. Kadang benda murah yang multifungsi ini juga sering hilang dari kolong meja dan berpindah ke kolong rekan kerja lain tanpa permisi. Jika sudah begini, pemilik sandal pasti akan sibuk mencari-cari. Bukan masalah harga, tetapi masalah kepentingan. Masalah lain kalau kehilangan sandal jepit mungkin adalah kemalasan, malas pinjam punya teman dan malas mampir ke warung buat beli yang baru.
Sandal oh sandal…
