Sekeping Cerita di Ujung Senja

April 3, 2007

Hujan

Filed under: Keseharian

Setelah sekian lama tidak turun hujan, sore kemarin hujan mengguyur deras lengkap dengan petir, kilat dan angin kencang. Jemuran yang lupa dijepit berhamburan, aku pontang panting mengutipi baju-baju yang jatuh sambil memegang payung. Petir yang terus menyambar membuatku harus merasa puas menghabiskan waktu dengan mengisi TTS, tanpa televisi. Untungnya listrik tidak ikut dipadamkan, sehingga ruangan di rumah jadi terang, meski di luar gelap karena mendung.

Aroma tanah dan rumput basah menguar memenuhi udara dingin, membuatku malas beranjak untuk mandi. Air hujan yang jatuh dari genting membasahi daun-daun mawar di depan jendela. Rantingnya yang tinggi merunduk, berat menahan tetesan yang memenuhi kelopak merah jambunya.

Hujan selalu membawa kesejukan, menyegarkan tanaman yang meranggas karena kemarau dan  membasahi tanah kering hingga debu tak lagi menyumbat pernafasan. Rinai air yang jatuh membuat genangan-genangan kecil kecoklatan di pinggir jalan. Kadang-kadang hujan juga menyisakan semburat warna pelangi di langit. Tetapi tidak sore ini karena ketika hujan berhenti, hari sudah beranjak gelap, meninggalkan aspal basah yang berkilauan ditimpa cahaya lampu jalan.

 

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://yantisadli.blogsome.com/2007/04/03/hujan/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Chris M