Hujan
Setelah sekian lama tidak turun hujan, sore kemarin hujan mengguyur deras lengkap dengan petir, kilat dan angin kencang. Jemuran yang lupa dijepit berhamburan, aku pontang panting mengutipi baju-baju yang jatuh sambil memegang payung. Petir yang terus menyambar membuatku harus merasa puas menghabiskan waktu dengan mengisi TTS, tanpa televisi. Untungnya listrik tidak ikut dipadamkan, sehingga ruangan di rumah jadi terang, meski di luar gelap karena mendung.
Aroma tanah dan rumput basah menguar memenuhi udara dingin, membuatku malas beranjak untuk mandi. Air hujan yang jatuh dari genting membasahi daun-daun mawar di depan jendela. Rantingnya yang tinggi merunduk, berat menahan tetesan yang memenuhi kelopak merah jambunya.
Hujan selalu membawa kesejukan, menyegarkan tanaman yang meranggas karena kemarau dan membasahi tanah kering hingga debu tak lagi menyumbat pernafasan. Rinai air yang jatuh membuat genangan-genangan kecil kecoklatan di pinggir jalan. Kadang-kadang hujan juga menyisakan semburat warna pelangi di langit. Tetapi tidak sore ini karena ketika hujan berhenti, hari sudah beranjak gelap, meninggalkan aspal basah yang berkilauan ditimpa cahaya lampu jalan.
