Ayam
Ayam adalah hewan yang sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Dipelihara sebagai sumber pangan hewani maupun sebagai hewan peliharaan. Harganya pun bervariasi sesuai peranannya, dari mulai ribuan hingga jutaan rupiah. Ayam sebagai hewan konsumsi bisa diperoleh hampir di semua tempat, pasar tradisional, supermarket sampai restoran cepat saji. Tetapi sebagai hewan peliharaan, tidak semua pet shop menyediakan species ini sebagai klangenan, hanya hobiis yang memeliharanya. Jenisnya pun beraneka, dari mulai ayam petarung yang besar dan gagah perkasa sampai ayam serama yang mungil dan lucu.
Tetanggaku memelihara beberapa ekor ayam kampung untuk dikonsumsi. Sebagaimana layaknya ayam kampung yang tinggal di perkampungan, ayam-ayamnya pun merasa berhak masuk ke halaman orang lain tanpa permisi, bahkan kadang meningggalkan kotoran di teras. Kemarin sore, seekor ayam terlambat pulang dan nyasar ke rumahku. Si ayam kebingungan saat kami mengusir dan berusaha menagkapnya. Ia pun berkeok-keok sambil terbang dan hinggap di sembarang tempat, dari mulai meja, pindah ke kursi, terbang lagi ke atas mesin jahit sebelum akhirnya hinggap di atas lemari.
Keributan sedang berlangsung seru, diiringi teriakan hus…hus…dari mama yang mengacung-acungkan sapu serta adikku yang ngomel sambil mengutipi benda-benda yang berhasil dijatuhkan si ayam (plus membersihkan kotoran ayam yang jatuh di lantai). Keributan terhenti ketika suamiku datang. Dengan santainya dia mematikan lampu ruangan dan si ayam pun langsung terdiam. Kami lupa bahwa ayam tidak dapat melihat bila senja mulai turun. Dalam keadaan buta, si ayam dengan mudah ditangkap dan dikembalikan ke pemiliknya.
