Sekeping Cerita di Ujung Senja

July 26, 2007

Jemuran

Filed under: Keseharian

Hujan tak berhenti sejak seminggu lalu. Cuaca dingin memang menyegarkan setelah panas melanda kotaku hampir dua pekan lamanya. Tanaman kembali segar dan debu jalanan berkurang. Udara dingin membuat tidur malam semakin nyaman walau tanpa ac (akibat mati lampu berkepanjangan, mati tanpa jadwal dan hidup setelah 4 jam, plus "bonus pemadaman listrik" lebih dari sekali dalam sehari). Udara dingin juga membebaskanku dari tugas sebagai "tukang sate" mengipasi anak-anak yang tidur gelisah bila listrik padam di malam hari, secara kipas angin emergency tidak memberikan kenyamanan optimal. Tetapi hujan berkepanjangan berdampak negatif terhadap jemuran. Meski pengering mesin cuci sudah dimanfaatkan maksimal, tetapi jemuran di bawah carport tetap tak berdaya menampung cucian berhari-hari yang menumpuk karena tidak kering. Pakaian yang dijemur bertumpuk jadi dingin karena tidak mendapat sinar matahari dan harus dihangatkan dengan setrika bersuhu panas. Aroma apeknya sesekali tercium samar. Jaket dan topi basah turut memenuhi jemuran yang sudah ada, hingga dirasa perlu tali rafia tambahan yang melintang dari tiang ke tiang di bawah carport. Bila percaya tahyul, sudah pasti aku tidak berani turun dari mobil, karena langsung berada di bawah jemuran (untungnya tidak bermuatan "underwear"). Tetapi nasehat lama "jangan berjalan di bawah jemuran" benar adanya. Setelah terbungkuk-bungkuk berjalan dibawah jemuran menuju pintu dapur, pinggang jadi pegel…

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Chris M