Kebiasaan Aneh

Seperti tahun-tahun sebelumnya, keluarga besar saya punya kebiasaan ziarah ke makam keluarga dan sanak saudara menjelang puasa Ramadhan. Lokasi pemakaman yang dikunjungi pun bervariasi, dari tengah kota sampai luar kota. Sudah pasti tidak semuanya dikunjungi pada hari yang sama, tetapi waktunya selalu menjelang atau akhir Ramadhan.
Esensi dari ziarah kubur sebenarnya adalah mengingatkan kita akan kematian. Karena sudah hukum alam bahwa semua yang hidup pasti akan mati. Hanya saja, bagaimana kita menghabiskan hidup di dunia ini, apakah dihabiskan untuk berbuat kebaikan atau kejahatan. Sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan tentunya tidak sepanjang usia dihabiskan dengan kebaikan, untuk itulah kita diingatkan kembali, bahwa suatu saat akan mati dan harus mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuat selama hidup.
Ada kebiasaan aneh yang selalu saya lakukan waktu berziarah. saya paling hobi membaca nama-nama yang tertera pada nisan. Termasuk juga tanggal lahir, tanggal kematian dan doa-doa dalam bahasa Arab yang terukir di batunya. Salah seorang nenek dari pihak suami dimakamkan di lokasi pemakaman yang paling saya suka (untuk dibaca nisannya), yaitu belakang Mesjid Raya Al-Mas’un. Pemakaman tersebut diperuntukkan bagi raja, keturunan dan kerabatnya. Selain nama, saya suka membaca keterangan yang tertera di batu nisan, seperti keturunan dan jabatan terakhirnya di kerajaan sebelum meninggal. Biasanya ditulis dengan gelar seperti Raja, Raja Muda, Tuanku..dll (kata orang singkatan dll digunakan agar penulis kelihatan pintar dan tahu banyak hal - pen).
Kalau di pemakaman umum, selain membaca nama-nama yang tertera, saya juga suka belajar matematika. Mengurangi tahun kematian dengan tahun kelahiran untuk mengetahui umur berapa orang tersebut meninggal, masih muda ataukah tua. Bila ternyata masih muda, benak saya menebak berbagai asumsi penyebab kematiannya, sakit, kecelakaan atau hal-hal lain. Bila ternyata umurnya sudah tua, saya beranggapan memang sudah waktunya. Tetapi kadang saya menemui hasil pengurangan yang menakjubkan, manakala usia orang yang meninggal melebihi rata-rata harapan hidup orang Indonesia pada umumnya.
Kebiasaan yang aneh memang, entah disebabkan rasa ingin tahu atau sekedar iseng, tapi yang pasti ziarah kubur selalu mengingatkan saya tentang sisa usia yang (kemungkinan) masih bisa saya jalani di dunia ini sekaligus mengingatkan apa saja yang sudah saya perbuat selama lebih tiga puluh tahun hidup.

despite all, ada juga orang yg ziarah kubur ke makam2 krn ingin dapat ilmu, minta kemulusan utk naek jabatan ato ringan jodoh, pokoknya mereka percaya bhw para leluhur mereka akan bs membantu manusia dr alam yg berbeda. pernah, yan??
Comment by Zee — September 7, 2007 @ 3:08 am
bisa dibikin yellow pages tuh, direktorinya minta pesugihan kuburan no xxx, minta wangsit kuburan no xxx, minta jodoh kuburan no xxx….hehehe…
Comment by yantisadli — September 10, 2007 @ 10:38 am