Sekeping Cerita di Ujung Senja

October 21, 2007

London Beatles Day, 21st October 2007

Filed under: Keseharian

The Beatles were an English musical group from Liverpool whose members were John Lennon, Paul McCartney, George Harrison adn Ringo Starr. They are one of the most commercially successful and critically acclaimed bands in the history of popular music.

The Beatles led the mid-1960s musical "British Invasion" into the United States. Although their initial musical style was rooted in 1950s rock and roll and homegrown skiffle, the group explored genres ranging from Tin Pan Alley to psychedelic rock. Their clothes, styles, and statements made them trend-setters, while their growing social awareness saw their influence extend into the social and cultural revolutions of the 1960s.

http://en.wikipedia.org/wiki/Beatles

October 5, 2007

Cuti Paksa

Filed under: Keseharian

Kemarin saya menerima pengumuman tambahan libur lebaran tahun ini. Ada yang menyikapi pengumuman ini dengan suka cita dan ada yang berduka cita. Suka cita biasanya terjadi di kalangan karyawan dengan masa kerja kurang dari setahun (dalam arti belum punya hak cuti). Cuti paksa ini memperpanjang libur lebaran tanpa perlu cari-cari alasan. Duka cita biasanya menghampiri para pengusaha, para wiraswasta dan profesi lain yang bukan termasuk "kuli". Cuti paksa memperpanjang masa kehilangan produksi sementara biaya tetap terus berjalan.

Saya termasuk yang mana? Sebagai kuli, dengan suka cita saya menerima pengumuman ini, tetapi suka cita saya berubah menjadi bencana begitu tau bahwa cuti paksa ini memotong jatah cuti. Saya justru berniat masuk kerja di tanggal 17-19 Oktober karena biasanya hari-hari tersebut lebih santai karena aktivitas belum kembali normal dan baru cuti minggu berikutnya untuk pulang kampung. Tetapi dengan adanya pemotongan secara paksa, jatah cuti saya tinggal 3 hari sampai akhir tahun ini.

October 1, 2007

Instan

Filed under: Keseharian

Di zaman serba instan seperti sekarang ini, satu-satunya produk instan yang saya percayai ke-instan-annya (silahkan cari padanan kata ini di kamus, saya bingung mencarinya) hanya mie instan. Cepat saji dan dijamin enak (yang paling tidak enak sekalipun tetap terasa enak kalau lapar). Bahkan ada yang tanpa dimasak, cukup disiram air panas. Produk instan lain, termasuk internet instan tidak terbukti ke-instan-annya, hanya jalur macet dengan kecepatan terbatas.

Kemarin sore, ketika iseng jalan ke mall, saya menemui produk pelangsing instan berupa ikat pinggang bervibrator. Si SPG yang berbadan kurus menawarkan ke saya (sambil memandang lipatan lemak di perut saya tentunya) "Silahkan dicoba Bu, 10 menit langsung langsing…" Sebenarnya saya sudah ingin tertawa ngakak sambil berkomentar, tetapi saya tahan. Mungkin benar produknya bisa melangsingkan dalam 10 menit*. Tanda bintang artinya syarat dan ketentuan berlaku. Yaitu 10 menit setiap hari selama 3 bulan dengan disertai diet rendah lemak dan karbohidrat plus olah raga teratur minimal 3 kali seminggu selama 30 menit. Kepanjangan? Saya hanya mengikuti arti tanda bintang (*) di iklan tarif produk seluler.

Sejauh yang saya tau, berbagai produk instan biasanya hanya menjanjikan kata-kata, pada kenyatannya apa yang didapat konsumen tidaklah sehebat iklannya. Beberapa produk makanan dan minuman instan memang enak dan layak dikonsumsi, tetapi banyak yang rasanya mengerikan, dari mulai teh manis rasa parfum sampai bubur rasa kardus.

Tetapi yang paling mengerikan menurut saya adalah layanan pinjaman instan dan kartu kredit cepat saji. Betapa tidak, bila sebagian besar masyarakat kita masih beranggapan bahwa uang yang akan dibelanjakan adalah milik mereka dan bukan merupakan pinjaman bank dengan bunga mencekik. Dan bank penyelenggara selalu penuh iming- iming manis tanpa edukasi yang layak bagi calon pelanggannya.

Lantas bagimana dengan produk instan lainnya? Kembali ke selera masing-masing, bila dirasa cocok, nyaman dan enak silahkan dinikmati, secara kita memang hidup di era serba cepat dan instan.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Chris M