Parkir
Minggu 30 Desember malam, saya beserta beberapa anggota keluarga pergi berbelanja ke Berastagi Supermarket di Jl. Gatot Subroto untuk persiapan rekreasi ke Pantai Cermin Theme Park esoknya. Parkiran supermarket penuh, saya menjalankan mobil perlahan sambil celingak-celinguk mencari tempat parkir. Seorang pria menuju Kijang yang parkir tidak jauh dari saya. Setelah mobil di depan saya melaju untuk menempati salah satu tempat kosong, saya memberi lampu sign dan meminggirkan mobil ke kiri agar antrian di belakang saya bisa mendahului. Lampu mundur Kijang menyala dan mulai bergerak perlahan. Dengan sabar saya menunggu mobil itu keluar. Tak disangka, begitu Kijang tersebut keluar, sebuah Honda Jazz di belakang saya langsung menyalip dan masuk ke space kosong itu. Saya mengklakson kuat sampai mengejutkan petugas parkir. Saya membuka kaca dan berhenti di belakangnya, ingin tau seperti apa tampang pengemudinya. Seorang perempuan muda berdaster keluar dari mobil dan melihat ke arah saya. Saya meletakkan telunjuk di kepala lalu menunjuk lutut saya. Itu bahasa tubuh yang artinya kira-kira begini, "Bu, sesekali biarkanlah otak ibu berada pada tempatnya, sehingga ia bisa melakukan fungsinya dengan baik. Jangan biarkan otak Anda kelamaan di dengkul, biarkanlah ia berpikir. Niscaya kalau Anda menggunakannya dengan benar, Anda akan lebih dihargai orang lain!"
Petugas parkir yang merasa bersalah karena membiarkan antrian saya dipotong, berusaha mencarikan tempat bagi saya. Setelah parkir saya mengambil troli besar, menaikkan si bungsu ke dalamnya dan mulai mendorong masuk ke supermarket. Saya berdiri di samping pendingin untuk memilih ayam ketika si perempuan berdaster singgah di tempat yang sama. Dengan kikuk dia melirik saya dan berbicara keras- keras ke rekannya yang saya yakin saat itu tidak memperhatikan. Dengan bengis saya memandangnya dari atas ke bawah. Perempuan itu memalingkan wajahnya ketika saya melirik sinis ke arah daster dan rambutnya yang awut-awutan, itu adalah bahasa tubuh yang artinya, "Penampilan sesuai kelakuan, berantakan!"
Kalau saya menyebut nama Frank Sinatra, dapat dipastikan 90% dari orang yang saya ajak bicara mengetahuinya. Sayang, sebagian besar tidak tau siapa Frank Sinatra. Tetapi kalau saya menyebutkan salah satu lagunya "Something Stupid" yang dibawakan kembali oleh Robbie Williams dan Nicole Kidman, hampir semua orang tau. Apalagi lagunya yang abadi "My Way", hampir setiap telinga pernah mendengarnya bahkan pernah bersenandung mengikuti iramanya. Menikmati alunan suara, irama dan tiupan saxopon pada lagu-lagu Frank Sinatra membuat saya melayang melambung-lambung. Old song from an old singer that brings back memories of my early years.
Ini adalah sequel dari 
Skinny jeans adalah jenis celana jeans yang menempel ketat di kaki. Bahannya elastis, memudahkan bagian betisnya yg sempit meluncur melewati telapak kaki. Pinggulnya bermodel hipster, dan jatuh tepat di tulang pinggul atau bahkan di bawahnya. Jadi sangat dianjurkan untuk mengenakan sabuk "pengaman" agar celana tidak melorot ketika penggunanya duduk. 