Sekeping Cerita di Ujung Senja

January 28, 2008

Selamat Jalan Eyang…

Filed under: Keseharian

Allahumma firlahu warhamhu wafuanhu…

Tayangan film dokumenter di televisi tentang masa-masa kejayaan Pak Harto membuatku terharu. Keluargaku bukan termasuk orang-orang yang mengalami kejayaan pada masa keemasan pemerintahan beliau, tetapi film itu mengingatkanku akan masa lalu. Ketika beliau menjabat sebagai presiden kedua republik ini, aku masih bersekolah. Hampir setiap hari aku melihat wajah dan senyumnya di layar hitam putih televisi berkotak kayu di rumah semi permanen kami di pinggiran kota. Aku seakan kembali ke masa lalu, bahkan bisa membaui aroma obat nyamuk bakar, hangatnya sinar petromaks, mendengar suara almarhumah ibu mengaji dan gumam lirih kakek mambaca primbon (aku ingat judulnya “Betaljemur Adammakna”). Hari-hari penuh kehangatan, saat kami begitu bahagia dalam hidup pas-pasan dengan gaji ayah sebagai prajurit berpangkat sersan menghidupi enam anaknya.

Pak Harto yang mengundang pro kontra pada masa kejayaan hingga masa kejatuhannya, bagiku adalah sebuah memori tersendiri. Kenangan manis saat berseragam putih merah, melambaikan bendera kecil menyambut kedatangannya, saat menerima balasan surat dari istana negara yang berisi fotonya beserta ibu negara atau saat menyaksikan beliau berdialog dengan petani di televisi. Aku tidak ingin mengenang kejatuhan beliau, mengungkit kebencian apalagi dendam. Aku hanya ingin mengikhlaskan dan memaafkan.

Selamat jalan eyang, semoga Allah memberikan ampunan dan kelapangan bagi eyang, serta kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan…amin…

January 25, 2008

Kleptomaniac

Filed under: Keseharian

Kleptomaniac atau kleptomaniak atau klepto didefinisikan seperti ini menurut Wikipedia : People with this disorder are compelled to steal things, generally things of little or no value, such as pens, paper clips, tape, small toys, or packets of sugar. Some may not be aware that they have committed the theft until later.

Artinya kira-kira begini : Orang yang mengalami gangguan jiwa, sehingga suka mengutil barang-barang kecil yang kurang berharga.

Penderita gangguan ini cukup banyak dan saya adalah salah satu dengan level (bila dinilai dengan skala 1-5) sekitar 2. Awalnya pinjam, lalu lupa mengembalikan, atau lupa bilang kalau pinjam sesuatu dari meja orang lain yang pemiliknya sedang tidak ada di tempat dan sudah pasti lupa mengembalikan juga. Barang yang sudah dipinjam , bila berukuran besar seperti bolonger atau dispenser selotip, pasti dikembalikan. Tetapi bila barang tersebut berukuran kecil seperti pulpen atau tipex, pasti lupa dikembalikan (kecuali si pemilik ingat untuk memintanya). Pada beberapa kasus, saya juga menjadi korban kleptomaniak rekan kerja lain. Maka tidak heran jika alat tulis sampai mug di pantry tiba-tiba berganti pengguna tanpa seijin pemilik.

Hobi mengutil ini terutama saya praktekkan di hotel, apalagi hotel yang agak mewah dan prestisius. Yang saya ambil adalah pulpen atau pinsil yang memang disediakan bagi tamu hotel. Sekarang saya memiliki satu mug penuh pulpen dan pinsil hasil jarahan tersebut. Bukan untuk pamer bahwa saya pernah menginap di hotel X yang berbintang sekian, sebagian justru merupakan hasil klepto orang lain yang dihadiahkan ke saya dengan penuh rasa bangga.

Perkara kleptomaniak ini mengganggu saya ketika secara sadar saya tergoda untuk mengutil sendok garpu sebuah penerbangan domestik atas saran dua rekan saya yang duduk sebaris di pesawat (yang juga melakukan hal sama + wadah buah dan cangkir). Saya merasa mereka keterlaluan, meski dengan alasan sudah bayar mahal untuk jadi penumpang pesawat tersebut. Tetapi saya tidak menghalangi, karena tidak tau alasan yang pas, apakah hal itu dilarang semata karena alasan sopan santun, gengsi atau dosa, secara saya sendiri juga mengutil.

Sebagai salah satu pengidap gangguan ini, maka saya tidak bisa menilai baik buruknya secara objektif. Jika para korban tidak keberatan, sah-sah saja mengutil "souvenir" dari tempat tertentu selama tidak kelewatan atau memalukan. Hanya saja saya tidak boleh keterusan, mengerikan rasanya bila akhirnya saya jadi pengutil kelas berat seperti aktris cantik Winona Ryder.

January 1, 2008

Resolusi Tahun Baru

Filed under: Keseharian

Entah mengapa, moment tahun baru selalu ditunggu untuk membuat tekad bagi suatu perubahan. Padahal perubahan ke arah yang lebih baik sebenarnya dapat dilakukan kapan saja, tanpa memandang hari, jam atau tanggal. Tetapi entah mengapa pula tahun ini saya terpengaruh untuk membuat resolusi. Ini adalah resolusi saya tahun 2008 :

  • Mengatur keuangan lebih baik
  • Mengatur pola makan lebih baik
  • Mengatur emosi, tidak mudah marah dan berusaha lebih sabar
  • Belajar mendengarkan orang lain
  • Belajar berpikir positif
  • Lebih bijak mengambil keputusan
  • Merencanakan masa depan dan karir yang lebih baik

HAPPY NEW YEAR, MAY THIS YEAR BRINGS US MORE LUCK, JOY AND HAPPINESS…

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Chris M